7 Kebiasaan Buruk Ketika Puasa Yang Harus Dihindari

Kebiasaan Buruk Berikut Sebaiknya Kamu Hindari Saat Sedang Berpuasa


Kamu harus tahu, selain menahan lapar dan haus, puasa juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan kinerja sistem perncernaan dalam tubuh kita. Eits, jangan senang dulu. Karena faktanya, diri sendiri jadi pihak yang justru mengilangkan manfaat baik itu pada tubuh.

Sembarangan dalam memilih menu sahur hingga terlalu bernafsu memakan semua makanan saat berbuka, adalah salah satu contohnya. Itulah kenapa, penting untuk kita tahu. Apa saja sih, kesalahan makan yang harus dihindari selama berpuasa?

Berbuka dan Sahur dengan Makanan Siap Saji

Memang sih praktis, karena memang malas untuk bangun pagi-pagi. Banyak orang yang menjadikan junk food sebagai menu sahur atau berbuka. Padahal ini adalah pilihan yang salah. Mulai daari minum sirup yang tinggi fruktosa, makanan dengan MSG (Penyedap rasa), natrium berlebih, sampai minyak yang dapat menyumbat jantung.

Sekalipun sedang terburu-buru dan merasa tak siap untuk mengolah makanan sehat. Sebisa mungkin, hindari makanan siap saji. Coba pilih makaan sehat lain, yang cara penyajiannya cepat. Lagipula mengonsumsi junk food tak akan memberikan kita energi untuk berpuasa, karena apa yang dikonsumsi tak memberikan asupan apapun untuk tubuh.

Memilih Makanan Berminyak dan Mengandung Banyak Gula untuk Berbuka

Dengar, makanan yang diolah dengan cara digoeng biasa mengandung minyak yang tinggi sehingga sulit unutk dicerna tubuh. Apalagi jika kita menjadikan makanan tersebut sebagai santapan untuk pertama kali berbuka. Hindari penggunakan kadar gula nan tinggi untuk makanan kita, sebaliknya ganti dengan pemanis alami seperti madu atau gula tebu saja.

Kalau memang ingin mengonsumsi makanan yang manis-manis, gantilah dengan buah-buahan sebagai pengganti makanan atau minuman manis.

Saat Sahur, Terlalu Banyak Karbohidrat yang Masuk ke Dalam Tubuh

Jangan asal kenyang, memasukkan terlalu banyak karbohidrat dalam tubuh saat tengah sahur, dapat menyebabkan lonjakan insulin dan kenaikan berat badan, terutama pada sekitar ulu hati. Itulah mengapa, Dr.Ravi Arora, spesialis diabetologis di RS NMC, Abu Dhabi, mengatakan puasa berkepanjangan dapat menyebabkan keasaman pada lambung.

Dan akan semakin buruk jika tubuh terlalu banyak diisi dengan karbohidrat, karena dapat menimbulkan rasa tak nyaman pada perut. Selain itu, situasi ini akan mendorong kita untuk menginginkan lebih banyak makan gula yang berpotensi meningkat rasa lapar sebelum waktu berbuka puasa. Itulah penting untuk menghindari, konsumsi karbohidarat yang berlebih.

Minum Teh Manis Setiap Kali Berbuka

Sudah jadi hal yang lazim memang, jika puasa identik dengan kegiatan minum teh saat berbuka. Padahal nih, walau katanya ini bisa mengembalikan energi yang hilang. Hal yang akan tubuh dapatkan adalah naiknya asam lambung, dikarenakan kandungan kafein yang terdapat dalam teh.

Lebih dari 12 jam perut kita dalam keadaan kosong, dan selama itu pula tidak ada satu makanan pun yang dicerna oleh tubuh. Nah, pada saat berbuka minum teh manis, perut akan terasa kembung dan mual. Lebih baik konsumsi air putih hangat, ketika akan sahur atau berbuka. Ini akan lebih membantu kita menghadapi dehidrasi.

Pergi Tidur Lagi, Seusai Santap Sahur

Gambarannya begini, sehabis makan sahur tubuh telah menerima makanan yang masuk. Dan jika kita memutuskan untuk kembali tidur, dengan kata lain tubuh harus bekerja keras untuk mencerna makanan dan membagikan nutrisi yang terkandung, ketika kita sedang istirahat.

Jangankan untuk dengan pulas lagi, berbaring di atas kasur atau sofa setelah makan saja bisa memicu gejala maag. Posisi kita yang sedang berbaring, akan membuat katup antara perut dan kerongkongan tidak tertutup sepenuhnya. Membuat asal lambung naik dari perut ke kerongkongan, yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan asam lambung.

Ketiduran dan Tak Sempat Sahur

Rashi Chowdhary, seorang ahli gizi pada sebuah kesempatan mengatakan terlepas dari hal-hal yang harus dihindari saat puasa seperti gorengan, makanan manis, kafein berlebihan, ada satu kebiasaan yang akan berpengaruh buruk sekali pada tubuh. Yaitu, tidak sahur!

Melewatkan sahur pada pagi hari akan menyebabkan kita kehilangan energi hingga siang, sampai waktu berbuka menjelang. Membuat kita dehindrasi, bau mulut, hingga menganggu sistem pencernaan. Jadi, selalu usahakan untuk sahur ya.

Terlalu Kalap dan Banyak Makan Ketika Buka Puasa

Kalau harus disimpulkan, sepanjang bulan puasa. Penyakit yang kemungkinan akan rentan dikeluhkan setiap orang adalah, gejala diare, muntah-muntah, nyeri pada perut, hingga radang perut. Dimana, hal-hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan kita yang tak bisa mengontrol diri saat sedang berbuka puasa.

Apapun yang ada dihadapan, buru-buru disantap dan dimakan. Padahal, ketika mendapati waktu berbuka, kita wajib untuk memperlakukan perut dengan hati-hati. Jangan asal makan sembarangan, apalagi mengisi perut banyak-banyak dengan makanan apa saja.


Like it? Share with your friends!

0
Arya Wiguna

Novice

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *